Z

Memaknai Bulan Syawal

Secara bahasa Syawal berasal dari dua akar kata menurut kesejarahannya. Yang pertama Syawal berasal dari kata Sya-latul Ibili atau dalam kamus lisanul ‘arabi berasal dari akar kata sya-latunnaqatu bidzanabiha (lisanul ‘arabi, 11/374) artinya onta itu mengangkat atau menegakkan ekornya. sya-la yang bermakna menaikkan ekornya atau naik, yaitu kondisi onta betina menolak atau memberi isyarat kepada onta jantan agar jangan mendekat kepadanya untuk kawin, karena kebiasaaan yang terjadi adalah pada bulan syawal onta- onta betina pada mengalami kehamilan, sehingga demi menjaga kandungannya secara naluri onta betina menolak berhubungan kawin.

Hal inilah yang menjadikan mitos dikalangan masyarakat arab jahiliyah bahwa bulan syawal adalah bulan yang tidak baik dan akan membawa kesialan apabila manusia juga melangsungkan perkawinan. Mitos ini menjadi keyakinan yang mengakar kuat dikalangan jahiliyah dalam waktu yang sangat lama hingga Islam datang, kemudian Rasulullah Saw memberi penjelasan bahwa syawal didalam ajaran Rasulullah Saw berubah maknanya menjadi peningkatan ketaqwaan. Yaitu berasal dari akar kata Syawala yang bermakna naik meningkat dengan ringan. 

Beban dosa insan menjadikan segala urusannya menjadi berat (seretnya rizki dan atau hilangnya keberkahan hidup hingga banyaknya harta justru menjadikannya lalai kepada Allah Swt), Allah Swt menjadikan bulan Ramadlan sebagai bulan peleburan dosa yang luar biasa, sehingga sebesar apapun dosa seorang insan akan di ampuni oleh Allah Swt ketika dia menjalankan perintah Allah Swt menjalankan puasa ramadlan. Hingga selepas bulan Ramadlan memasuki bulan syawal beban dosa insan telah diampuni oleh Allah Swt dan kualitas ibadah menjadi meningkat.

Setelah sang insan mendapat ampunan, maka tugas selanjutnya adalah agar bersungguh – sungguh menjaga fitrahnya (kesucian diri dari dosa) yang telah tercapai agar tidak ternodai kembali, hingga ketika ajal (sebagai rahasia ilahi) menjemput setiap saat sang insan siap menyambutnya dengan penuh keimanan dan ketaqwaan, sebagaimana nasehat Allah Swt dalam Alqur-an surat Ali Imron ayat 102:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Pintu neraka akan terbuka bagi seorang hamba, jika seorang Hamba tidak memiliki kesadaran akan kehadiran Tuhan. Oleh karena itu, wahai orang-orang yang beriman, takutilah Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tetaplah dalam keislaman sampai kalian menghadap Allah kelak!.

Akhirnya, semoga Allah Swt senantiasa menjaga kesucian kita sepanjang tahun ini hingga kita berjumpa dengan bulan suci ramadlan kembali tahun depan, inilah rizki dan karunia Allah Swt yang paling agung dibulan syawal, yaitu rizki keterjagaan dan ampunan, hingga bulan syawal semua do’a – do’a dan cita – cita serta harapan – harapan mulia senantiasa dikabulkan dan di ijabahi oleh Allah Swt. amiin


Loethfie, Jogjakarta 11 Juli 2017

Copyright by SoganBatik.com 2016. All right reserved.. Developed by masfen.id | endif.tc